Ketika satu pintu tertutup maka pintu lain akan terbuka…

Dalam setiap persoalan, adalah pilihan kita yang menjadi pembeda. Ketika kita melihatnya dengan positif maka positiflah permasalahan itu, namun ketika kita melihatnya secara negatif maka negatiflah persoalan tersebut. Pilihan kita, sudut pandang kita lah yang membuat segala sesuatunya berbeda. Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi cerita pengalaman apa yang saya rasakan dan temukan dalam pergumulan saya beberapa waktu kebelakang ini.Waktu Tuhan tidaklah sama dengan waktu kita, rencana Tuhan belumlah tentu sama dengan kita. Itulah mengapa ada kalimat bahwa Manusia boleh saja berencana namun biarlah kehendak Tuhan yang terjadi. Kita boleh saja berjanji atau bersumpah atau bahkan bernazar, namun kita harus ingat bahwa,

“Ketika satu pintu tertutup maka pintu lain akan terbuka… kadang kita terlalu lama terpaku di depan pintu tertutup itu.” ― Alexander Graham Bell

Selama tiga bulan terakhir saya dihadapkan pada keraguan untuk maju atau mundur, maju atau mundur… Apakah terkait pekerjaan? Ya. itu adalah salah satunya. Namun yang terutama adalah bagaimana memutuskan langkah apa yang akan diambil bukan hanya untuk 1 – 2 tahun kedepan melainkan untuk 5, 10 atau bahkan 20 tahun kedepan. Ini adalah persimpangan saya, ini adalah titik dimana saya memutuskan akan menjadi seperti apa saya kedepannya.

Ketika akhirnya pikiran manusia ini tak dapat lagi memberikan suatu masukan yang baik, suatu masukan yang mungkin terbaik tidak hanya bagi saya namun juga bagi mereka yang ada disekitar maka pada akhirnya langkah terbaik adalah untuk datang kepada Tuhan sebagaimana tertulis,

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” Mat 11:28

Dan memang benar kalimat tersebut karena ketika kita meminta kepada-Nya supaya Dia menolong Anda dalam segala hal baik dalam pertolongan-Nya untuk menanggung beban hidup, Dia dapat memberikan ketenangan bagi jiwa Anda,

sebab kuk yang dipasang-Nya itu enak dan beban-Nya pun ringan (Mat. 11:29-30)

Dengan adanya ketenangan yang diberikan Tuhan dan juga pemahaman bahwa kuk yang selama ini telah saya bawa kemanapun saya berada, telah Tuhan pindah tangankan kepada mereka yang akan membuka lembaran baru, maka saya bisa berkata dan mengaminkan: ” Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata:

“Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu. ~ Yakobus 4:13-15

Maka kini yang terpenting adalah agar saya bersiap untuk menyambut pintu yang akan Tuhan buka. Seperti yang Kakak Kelas saya sampaikan

“This is not the end, one way closed – another way will be opened and it will lead to a better future” – Anoki Kiyoshi.

Kini semua kembali ke tangan saya, keputusan apa yang akan saya ambil – jalan apa yang akan saya pilih – jejak tinta seperti apa yang akan saya tinggalkan dalam buku teman – teman sekalian, semua (seperti yang saya bilang diawal) kini kembali kepada saya memberanikan diri mengambil langkah meninggalkan semua Zona Nyaman yang telah 6 tahun terakhir saya nikmati. Hati dan pikiran saya ada bersama kalian yang telah senantiasa mengisi waktu – waktu saya selama ini, karena bersama kita akan menemukan masa depan yang lebih cerah dimanapun Tuhan menghendaki kita berada.

Inilah kesaksiaan saya, Inilah pengalaman saya.
Selamat berusaha, selamat memahami kehendak Tuhan dan
senantiasa bersyukur atas apa yang kita miliki.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s