Wisata Sejarah Kota Jakarta

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah-nya”

Demikianlah kira – kira penggalan kalimat dari Drs. Timotius Candra (Guru Sejarah ketika saya masih SMA) mengutip salah satu kalimat terkenal dari Ir. Sukarno yang terkenal dengan sebutan JASMERAH (Jangan Sekali – kali Melupakan Sejarah). Kalimat ini menjadi salah satu kalimat saya ketika mengunjungi berbagai museum dan situs purbakala yang ada di Indonesia termasuk yang saya lakukan Siang ini bersama rekan kerja saya – Panji Ismail Akbar.

Tak ada hujan – tak ada badai, hanya sebuah impuls sederhana ketika jari – jari gempal ini menari diatas iPhone dan mengirimkan pesan kepada Kang Panji untuk mengajaknya keliling kota Jakarta dengan Mpo Siti. Bagi anda yang belum tahu, Mpo Siti adalah nama Bus Tingkat gratis yang disediakan pemerintah Provinsi DKI Jakarta bagi warga yang ingin melihat / mengenal sejarah kota Jakarta lebih jauh. Pertemuan yang berlangsung 30 menit lebih lambat dari yang kami rencanakan, kami lakukan di Gedung Arsip Nasional yang terletak di Jalan Gajah Mada dekat Gramedia. Ini adalah salah satu dari beberapa titik halte dimana kita bisa menikmati fasilitas Mpo Siti tadi. Dan ketika menunjukan sekitar pukul 11.00, Bus tingkat yang kami tunggu pun tiba dan dimulailah petualangan kami menelusuri History of Jakarta.

WhatsApp-Image-20160521-1
Rute Bus Wisata Transjakarta. Sumber : http://www.transjakarta.co.id

Perjalanan pertama kami dimulai dengan mengunjungi Museum Bank Indonesia. Dimuseum yang terletak disebelah Halte Transjakarta – Jakarta Kota ini, penggunjung perlu membayar Rp. 5000,- untuk bisa masuk dan melihat berbagai diorama dan informasi yang tersedia di dalam museum ini. Ada beragam informasi yang tersedia, mulai dari bagaimana situasi bank di jaman penjajahan Belanda, awal mula perbankan di Indonesia hingga Peranan Bank Indonesia dari masa ke masa.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Gedung bersejarah ini juga ternyata memiliki jasa Wedding Organizer dimana kita bisa melangsungkan resepsi pernikahan di sini seperti halnya kita juga bisa mengadakan pesta kebun di Gedung Arsip Negara – Gajah Mada Jakarta. Menarik ketika melihat bagaimana area tengah daripada Museum Bank Indonesia ini disulap untuk menjadi Pesta Kebun. Mengingatkan saya akan cita – cita untuk mengadakan Garden Party di Almamater jika di-ijinkan. Mungkin jika tidak di-ijinkan, Gedung Museum Bank Indonesia ini bisa menjadi alternatif yang menarik. Hmmm… Pantas untuk dipertimbangkan.

IMG_2367
Persiapan Pesta Pernikahan. Disini kita bisa menyewa area tengah dari Museum Bank Indonesia untuk mengadakan Resepsi Pernikahan

Pengalaman menarik selama berkunjung di Museum Bank Indonesia adalah ketika kami memasuki ruang Brankas tempat dimana seharusnya tumpukan Emas milik Negara disimpan. Dibagian tengah daripada ruangan ini terdapat tumpukan Batangan Emas “Palsu” dimana kita juga bisa mencoba mengangkat contoh emas batangan yang telah disediakan untuk membayangkan betapa beratnya batangan emas yang asli.

IMG_2368
Tumpukan Emas Batangan di Museum Bank Indonesia

Membayangkan seandainya emas ini adalah emas asli dan bisa dibawa lari seperti pada film – film Hollywood membuat kami tersenyum – senyum sendiri membayangkan jenis Istana apa yang bisa dibeli dengan uang hasil penjualan emas ini. Sayang seribu sayang, selain karena ancaman penjara yang menanti, emas ini seperti kami sebutkan diatas bukanlah emas asli.

Petualangan kemudian kami lanjutkan menuju ke Lapangan Kota Tua dimana sepanjang perjalanan kita bisa menemui berbagai macam seniman berkumpul dan menunjukan karyanya. Ada yang menjadi Patung Army , Jendral Sudirman, Noni Belanda, tukang tatto, hingga Pelukis dengan gaya Siluet wajah kita. Area yang dulunya merupakan pusat pemerintahan Kota Batavia ini juga dilengkapi dengan berbagai Museum seperti Museum Fatahillah, Muesum Wayang dan Museum kesenian.

Bagi anda yang datang bersama pasangan, saya sarankan untuk bisa menaiki sepeda ontel mengelilingi lapangan kota tua ini dan mengabadikan moment kebersamaan anda untuk menjadi kenang – kenangan yang berharga di kemudian hari.

IMG_2369

Lanjut menuju tempat selanjutnya di BNI 56, kami kemudian melanjutkan perjalanan menuju Masjid Negara yakni Masjid Istiqlal. Masjid yang bersebrangan dengan Gereja Katedral Keuskupan Agung Jakarta ini diklaim sebagai Masjid Terbesar di Asia. Ini adalah pengalaman yang menarik, karena jika biasanya saya hanya melihat Masjid Istiqlal dari Televisi maka kini saya menjejakan kaki kedalamnya. Sungguh luar biasa luasnya Masjid ini dan betapa indahnya karya dari Arsitek Pilihan Sang Proklamator yakni Frederich Silaban. Masjid yang baru – baru ini dikunjungi oleh Sang Pelayan Dua Kota Suci – Raja Salman dari Arab Saudi ini memiliki beragam aktivitas ketika saya dan Panji berkunjung.

Di Masjid Istiqlal inipun kami sempat menikmati santap siang berupa Nasi Ayam Bakar + Sayur dengan Es Teh manis untuk Panji dan Nasi Ayam Bumbu + Perkedel dengan Es Teh Manis untuk saya sendiri. Masing – masing hidangan ini bernilai 21 rb dan 22 rb rupiah.

Puas dengan santapan jasmani yang kami nikmati, kami melakukan kunjungan ke Gereja Katedral. Disini kami bermaksud untuk melihat Museum Gereja Katedral yang sayangnya ternyata sedang dalam masa renovasi hingga Agustus 2017 nanti. Gereja dengan gaya seperti kastil ini merupakan salah satu Gereja Katolik terbesar yang pernah saya lihat dan saya kunjungi. Saya dan Panji pun sempat masuk kedalam dan melihat interior dalam daripada Gereja ini. Dan seperti halnya tempat ibadah lainnya, disini pun ada beberapa umat yang sedang bergumul dengan pergumulannya masing – masing. Ada yang sedang melakukan Doa Jalan Salib, ada pula yang sedang melakukan Doa pribadi.

Perjalanan kemudian kami tutup dengan mengelilingi Kawasan Wisata Jakarta lainnya via Bus Tingkat.  Total biaya yang dikeluarkan cukuplah murah – meriah yakni berkisar 30rb rupiah. Sebuah perjalanan yang sangat menyenangkan setelah hampir 9 bulan tinggal di Jakarta.

Nantikan petualangan saya dan Panji berikutnya mengunjungi berbagai belahan wilayah kota Jakarta lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s