Managing the Cycle of life to achieve an early happiness

Pernahkah anda berpikir, apa sebetulnya yang menjadi tolak ukur suatu kebahagiaan ? Apakah itu materi ? Mungkin Pasangan ? Atau bahkan pekerjaan dan jabatan yang kita miliki ? Atau hal lain yang mungkin terbayang dalam pikiran kita masing – masing. Setiap dari kita saya yakin pasti memiliki jawabannya masing – masing yang saya yakin juga bergantung pada waktu – waktu dimana pertanyaan ini diajukan.

XnPv6Z8

Gambar disamping menjadi salah satu ilustrasi yang menarik untuk kita renungkan. Tidak bisa dipungkiri bahwa gambar yang biasa disebut sebagai cycle of life ini adalah realita dari kehidupan kita masing – masing. Mungkin terkecuali bagi mereka – mereka yang terlahir dalam keluarga kerajaan atau dimanjakan oleh harta kekayaan yang cukup untuk tujuh turunan. Dari gambar sederhana ini, saya berpendapat bahwa unsur utama kehidupan kita sehari – hari terdiri atas tiga hal yakni Waktu, Materi dan Energi. Tiga hal ini saling kait-mengkait sedemikian rupa sehingga saat kita memiliki satu atau bahkan dua dari komponen tersebut, kita cenderung tidak bisa memiliki faktor yang ketiga.

Namun apakah memang harus demikian adanya? Tiga unsur ini memang menjadi faktor utama dalam kita menjalani kehidupan kita. Tapi saya percaya bahwa kita bisa memanfaatkan faktor – faktor tersebut untuk memperoleh kebahagiaan yang kita inginkan. Maka, mari kita mulai dengan Waktu.

  1. Faktor pertama : Waktu
    Waktu adalah komponen yang paling menarik. Mengapa?
    Karena dia bersifat tetap. Karena waktu setiap orang itu diberikan oleh Yang Maha Esa dalam porsi dan satuan yang sama yakni 24 jam / hari. Tidak ada seorangpun yang diberikan lebih atau bahkan kurang. Semua pada akhirnya akan kembali kepada bagaimana kita dapat mengefisienkan setiap waktu yang telah kita miliki. Ketika kita mampu memanage waktu dengan baik, disitulah kita memiliki satu nilai lebih dibandingkan orang lain.Cara terbaik untuk memanage waktu adalah dengan menyusun skala prioritas dan memiliki sifat tidak menunda – nunda pekerjaan. Dimana kita bisa melihat bahwa tantangan generasi saat ini adalah mereka bahkan termasuk saya kesulitan untuk menentukan mana yang lebih prioritas dibandingkan hal – hal lain yang sedang mereka kerjakan.Jadi istilah tidak ada waktu untuk membalas pesan, waktu yang terlalu singkat itu hanyalah sebuah dampak sebab akibat dari ketidakmampuan kita dalam menyusun prioritas dan memanage waktu dengan sebaik – baiknya. Dengan bekal waktu yang sama, pada dasarnya kita telah dibekali satu senjata yang sama yakni 24 jam per hari.
  2. Faktor kedua : Materi / Skill
    Saya mencoba mengganti faktor kedua yang jika kita translate dari kata money memiliki arti uang menjadi Materi atau Skill. Mengapa demikian ? Karena seperti yang selalu Ayah saya ajarkan, “Harta bisa hilang” atau “Harta tidak akan dibawa sampai mati”. Tidak peduli berapapun banyak-nya uang yang kita miliki, pada akhirnya kita akan selalu menyerahkan / mewariskan uang tersebut pada orang yang berbeda.Maka faktor yang kedua dalam cycle of life adalah Materi atau Skill dimana saat kita muda, kita masih memiliki skill / materi yang rendah. Kita masih belajar membangun dan memoles setiap skill yang kita miliki dengan mengambil lebih dan lebih banyak materi yang bisa kita serap. Disinilah materi mengambil peranan penting, karena dengan memanfaatkan waktu dengan baik – mengambil lebih banyak waktu untuk mengasah skill yang kita miliki, kita bisa memperoleh kebahagiaan lebih cepat dibandingkan orang lain dan secara tidak langsung mencapai kebahagiaan disaat energi kita masih mencukupi. Mengapa ini penting, mari kita cek faktor berikutnya.
  3. Faktor Ketiga : Energi 
    Jika waktu bersifat tetap dan materi atau skill pada umumnya bersifat kurva positif , maka Energi yang merupakan faktor ketiga merupakan kebalikan dari faktor kedua. Dimana energi pada dasarnya justru semakin berjalan-nya waktu akan membentuk yang namanya kurva negatif. Hal ini terjadi karena seiiring berjalannya waktu, energi yang kita miliki semakin berkurang – berkurang – berkurang dan terus berkurang hingga pada akhirnya kita kembali kepada Yang Maha Esa.Energi merujuk kepada kemampuan dan keinginan kita untuk terus bergerak, melakukan sesuatu hingga hal – hal lain terkait bagaimana kita mengeluarkan suatu usaha untuk mencapai suatu hal. Inilah yang saya sebut sebagai energi
    Dan kita tidak bisa memungkiri bahwa seiring berjalannya waktu, kita semakin kehilangan energi kita, kehilangan semangat kita, bahkan kehilangan dorongan untuk melakukan suatu hal.

    Itulah sebabnya, saat kita memilii waktu yang lebih, kita perlu mengasah skill dan materi kita. Sehingga kita mampu untuk melakukan lebih dibandingkan orang lain di saat energi kita masih berada di performa tertinggi. Dimana kita percaya bahwa “Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil“. Yakin dan percaya bahwa setiap hal yang terjadi akan memberikan dampak. Itulah sebabnya, asah terus energi kita, hingga saat kita beranjak memasuki usia lansia, kita bisa memiliki dan menikmati hasil dari setiap materi / skill yang telah kita perjuangkan saat kita berada di level prima.

 

Disinlah ketiga faktor harus kita maksimalkan untuk mencapai Kebahagiaan lebih dahulu dibandingkan orang – orang yang lain. Mari kita manfaatkan tiga faktor ini, untuk mencapai kebahagiaan di moment dan waktu yang kita tentukan sendiri.

Selamat menyusun prioritas, mengasah skill dan memanfaatkan energi masa muda kita menuju ke arah yang lebih baik!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s