MENGUBAH PARADIGMA – MENGELUH MENJADI BERSYUKUR

Hai Guys,

Kali ini saya mau berbagi tentang beberapa pengalaman dan juga cerita yang saya dapat dari kegiatan Persekutuan Doa Orang Muda Pembaharuan Karismatik Katolik (PDKK) St. Yakobus Kelapa Gading Jakarta. Jadi nih ceritanya, sekarang setiap Senin jam 19.30, saya suka join di acara praise and worship-nya komunitas PDKK ini nih Guys, dan apa yang saya dapat hari ini menurut saya keren banget buat dibagiin either sama teman – teman pembaca atau minimal buat bahan bacaan saya di masa mendatang, So check this out.

Temen – temen disini pastinya pernah berdoa kan ya? Coba inget – inget lagi, kalau berdoa biasanya seperti apa? Apakah hanya sekedar menghafal lalu di-ucapkan atau temen – temen berdoa dengan cara bercerita? Apapun cara yang temen – temen pilih, saya nggak akan dan nggak bisa menghakimi mana sebetulnya yang benar. Karena ketika kita berdoa, itu sebenarnya adalah cara kita berkomunikasi dengan Tuhan Yang Maha Esa – Pencipta Langit dan Bumi.

Yang saya mau angkat kali ini adalah seputar apa sih yang biasanya teman – teman doakan? Masalah ? Kekhawatiran ? Atau Keinginan kita yang belum terwujud ? Saya yakin yang barusan senyum – senyum dan manggut – manggut tahu banget bahwa hal – hal diatas yang barusan temen – temen baca adalah hal – hal yang sering banget teman – teman doakan entah itu di Pagi hari, Siang hari atau Malam hari. Nah sekarang terkhusus buat temen – temen yang beragama Kristiani, pernah inget nggak sama lagu rohani yang bunyinya seperti video berikut ini :

Kalau teman – teman perhatikan, lirik nya kira – kira memiliki inti bahwa setiap hari itu kita perlu menaikan ucapan syukur mengucapkan syukur atas anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

 

Nah balik ke topik utama yang menjadi judul kali ini tentang “Mengubah Paradigma”, malam tadi (22 Oktober 2018) pas lagi ikut PDOMPKK ada dua orang rekan – rekan peserta yang sharing. Sharing yang pertama dari Vanes itu keren banget buat temen – temen yang masih meragukan penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita (Mungkin bakal coba saya buat jadi artikel tersendiri kali ya nanti), sementara yang kedua dari salah seorang peserta yang saya lupa namanya. Dia sharing tentang pentingnya merubah paradigma dari yang biasanya kalau kita berdoa kita cuman sekedar cerita soal keluhan kita, kekesalan kita, permasalahan kita dan juga keinginan kita sekarang kita ganti dengan ucapan syukur tentang apa yang kita miliki saat ini. Sederhana bukan?

Menurut hemat saya sih harusnya sederhana ya? Sesederhana anak – anak kecil di sekolah minggu menyanyikan lagu “Bapa Kudatang Padamu”. Tapi praktiknya mana yang sering kita doakan? Bersyukur atau Mengeluh ? Kalau saya sih jujur aja sampai detik ini masih lebih banyak mengeluhnya dibandingkan bersyukur-nya ya. Maklum masih labil. Hahahaha…

Anyway, pas saya denger sharing tadi sekilas saya merasa de javu dengan beberapa cerita yang tahun lalu (November 2017 – Maret 2018) suka diingatkan tanpa henti oleh salah seorang teman wanita paling inspiratif yang pernah saya kenal sepanjang hidup saya. Dia cerita kalau dalam hidup ini banyak yang bisa di syukuri tinggal bagaimana cara kita melihatnya, termasuk dalam berdoa.

Kalau kita hanya berdoa meminta – meminta dan mengeluh maka nilai doa itu bakal hilang teman – teman. Tapi coba deh untuk membiasakan diri dan memulai berdoa dengan cara mengucap syukur atas apa yang kita miliki. Kalau bingung mulai dari mana, coba lihat dari orang di sekitar kita. Mulai dengan syukuri dari Orang Tua kita, mulai dari saudara, mulai dari teman kerja yang kadang nyebelin tapi ketika mereka resign kita bakal kangen sama tindakan – tindakan nya yang kepoin hidup kita, mulai dari teman – teman SMA kita yang udah nggak tahu dimana, dari teman – teman kita yang udah mulai ngirimin kita undangan, atau mulai dari mana aja yang teman – teman mau.

Dari sana teman – teman akan lihat bagaimana nilai – nilai positif mulai hadir dan pulihkan pola pikir kita, memberikan kita semangat kembali dan yang terpenting membuat kita lebih mensyukuri untuk setiap hal yang terjadi dalam hidup kita. Semua cuman karena apa? Cuman karena mengubah paradigma dari biasanya kalau ada masalah kita baru berdoa, sekarang menjadi mensyukuri apa yang ada di hidup kita. Memang nggak serta merta masalah kamu, kekhawatiran kamu atau bahkan keinginan kamu jadi terwujud. Tapi setidaknya, kamu akan melihat dunia dengan cara yang baru dan dengan cara itu Tuhan memulihkan hidupmu.

Jangan lupa berdoa dan bersyukur!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s