Menuju hari terakhir Cohort 2

Bersama dengan teman – teman dari tim Ollus

Tak terasa perjalanan panjang selama hampir 10 bulan terakhir sebagai peserta cohort 2 di Apple Developer Academy (ADA) @ BINUS ini akan segera berakhir siang hari nanti. Perjalanan yang menghabiskan hampir kurang lebih dua ratus sembilan puluh tiga (293) hari sejak kami pertama kali tiba telah mempertemukan kami, yang berasal dari berbagai background pendidikan, usia, dan juga pengalaman kerja untuk sama – sama belajar mengenal dunia iOS ecosystem mulai dari sisi Developer, Designer atau bahkan bisnis sebagai Project Management. Selama 293 hari tersebut kami telah bersama – sama melalui berbagai rintangan dan tantangan dalam berbagai bentuk project dan assignment yang menghadirkan rasa bangga, sedih, frustasi dan bahagia ketika kami mengerjakannya.


Dan kini, memasuki hari terakhir dalam perjalanan kami di ADA telah menghadirkan suatu warna tersendiri dalam diri kami masing – masing. Ada yang merasa sedih karena akan berpisah satu dengan yang lainnya, ada yang merasa termotivasi untuk segera menghasilkan sesuatu melalui apa yang telah dipelajari dan berbagai perasaan lain yang setiap peserta rasakan masing – masing. Memang benar bahwa perpisahan yang akan terjadi siang nanti bukanlah merupakan suatu akhir. Perpisahan ini hanyalah akhir status kami sebagai peserta dan justru akan menjadi awal bagi perjalanan kami selanjutnya baik sebagai iOS Developer, Software Engineering, UI / UX Designer, Project Manager, Product Manager atau bahkan sebagai Full Stack Developer.

Bersama tim Leastric & Mbak Uci

Saya pribadi juga merasakan perasaan yang campur aduk bagaikan bumbu gado – gado dan tidak bisa dipungkiri, perasaan – perasaan inilah yang mendorong saya menulis blog kali ini. Ada perasaan sedih karena akan berpisah, ada juga rasa bangga karena saya telah menyelesaikan sesuatu hal yang memberikan saya pengalaman dan skill yang bisa dimanfaatkan untuk jenjang karir berikutnya. Namun perasaan terbesar yang bisa saya rasakan subuh hari ini adalah rasa syukur karena saya telah memilih untuk resign dari tempat kerja sebelumnya demi mengikuti program ADA ini. Rasa bersyukur ini hadir karena melalui ADA saya bisa bertemu dengan teman – teman dari berbagai latar belakang tersebut. Dan perjumpaan ini saya yakin telah di rencanakan Yang Maha Esa untuk bisa terjadi dalam kehidupan kami.

Melalui perjumpaan ini, saya bisa menemukan dan mensyukuri bahwa nilai terbesar dalam kehidupan seseorang adalah karakter dirinya dan bagaimana support system dari orang – orang disekitar akan selalu menjadi faktor pembeda terutama ketika kita berada dalam titik terendah dalam hidup kita. Saya tidak akan membahas detail apa yang terjadi hingga saya bisa membuat pernyataan tersebut, namun saya bisa menuliskan dua hal untuk kita pelajari bersama.

Yang pertama adalah bahwa kapanpun dirimu merasa ingin menyerah – ingin mundur atau tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan, jangan dipendam atau disimpan sendiri. Kamu bukanlah superman yang bisa mengerjakan semua sendiri. Kamu bisa datang kepada orang disekitar kamu dan menikmati serta mensyukuri apa yang terjadi pada hari tersebut. Dan itu penting! Karena dengan begitu kamu akan bisa melihat persoalan dari sudut pandang yang berbeda.

Yang kedua yang ingin saya tuliskan adalah bahwa tidak ada orang lain yang bisa merubah dan menyelamatkan dirimu selain dirimu sendiri. Mungkin hal pertama diatas dan kedua ini akan terdengar berbenturan dimana diatas kita diminta mencari orang lain namun di sini diminta untuk mengandalkan diri sendiri. Namun kedua hal ini adalah benar adanya. Bukan orang lain yang bisa merubah dan menyelamatkan kamu selain kamu sendiri. Orang – orang pada hal pertama adalah support system yang membantu mendorong kita untuk menjadi lebih baik, namun keputusan untuk menjadi lebih baik tetap ada di tangan kamu sendiri bukan orang lain.

Teman – teman yang ada di foto pertama, foto kedua dan teman – teman yang mungkin tidak saya tampilkan dalam blog kali ini telah menjadi saksi sejarah dari pernyataan – pernyataan diatas. Dan karenanya kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan mereka setiap hari membawa kesedihan dan kegundahan dalam diri saya subuh ini.

Namun saya percaya bahwa, ada perjumpaan maka ada perpisahan dan dibalik perpisahan akan ada perjumpaan berikutnya. Siang nanti kami boleh berpisah, namun suatu hari nanti kami pasti berjumpa kembali. Adios Amigos teman – temanku tercinta. Semoga sukses untuk perjalanan teman – teman berikutnya. Dan mari kita nikmati Farewell event siang ini agar tak ada penyesalan di masa yang akan datang.

Slamet, Michael, Dani dan Mbak Uci

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s