Pelayanan

Awal Mula

Panggilan untuk turut berperan aktif dalam pelayanan dan pengembangan diri dimulai ketika saya berkenalan dengan SMAK 3 Character Building (S3CB) di kegiatan open house yang diadakan di komplek Pasirkaliki 157. Disana SMAK 3 BPK PENABUR Bandung membuka stand mengenai SMA yang dikemudian hari menjadi rumah kedua bagi saya dan S3CB membuat sebuah aktivitas menyebrangi satu gedung dengan gedung lain mempergunakan tali karamantel. Dari perkenalan inilah, saya memutuskan untuk masuk ke SMAK 3 BPK PENABUR Bandung dan turut serta dalam kegiatan S3CB pada Juli 2007.

Di SMAK 3 Character Building, saya melihat ada suatu perkumpulan / persekutuan yang memiliki suatu visi yang sangat menarik, yaitu mengembangkan keunggulan dan nilai diri setiap orang dengan cara melayani. Kami dilatih untuk bisa berbicara didepan umum, ber-karakter dan mempraktekan kesemua hal tersebut melalui aktivitas pelayanan / care service yang kami lakukan. Selama tiga tahun di SMA, selama itu pula pembelajaran dan pelayanan bersama S3CB dilakukan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dari sinilah kemudian selama 9 tahun selanjutnya saya belajar dan mengajar mengenal diri sendiri dan orang lain serta mengembangkan potensi melalui berbagai kegiatan pelayanan baik yang diadakan oleh SMAK 3 Character Building maupun yang bekerjasama dengan lembaga – lembaga lain seperti Innovative Learning (i-Learning), Level Up Performance (LUP), Percik Insani (Komunitas Anak Berkebutuhan Khusus), maupun dengan Komisi Anak serta Komisi Remaja GKI Klasis Bandung

 

Tuhan yang turut campur

Sejak 2015 hingga saat ini, saya juga turut serta dalam berbagai kegiatan kaum muda di lingkungan Gereja tempat saya bertumbuh yakni Gereja Katolik. Dan setiap saya mengingat proses awal mula pelayanan saya disini, saya selalu terkagum – kagum dengan bagaimana kuasa Tuhan menghantar saya sampai pada aktivitas pelayanan ini.

Kisah ini berawal pada Febuari 2015 saat sepulang gereja di Katedral Bandung dimana tiba – tiba ada keinginan untuk menengok papan pengumuman gereja. Dimana di papan pengumuman inilah saya menemukan adanya suatu informasi mengenai perekrutan bagi panitia Bandung Diocese Youth Day (BDYD) 2015 dimana hari pendaftaran terakhirnya adalah HARI ITU! Jujur saja bahwa selama bertahun – tahun melayani sejak 2007 hingga saat itu (2015), saya belum pernah terlibat sama sekali dalam kegiatan orang muda katolik. Berpikir untuk terlibat saja pun tidak! Namun, seperti sub judul diatas, Tuhan juga yang turut campur. Saya akhirnya mengirimkan aplikasi lamaran kepanitian pada hari selasa (H+2) dari pendaftaran dimana pada akhirnya saya diterima untuk bergabung dalam bidang 2 : Pendukung Acara dengan ketua Sdr. Tutur Nainggolan.

Dari perkenalan dengan panitia BDYD 2015 inilah, Tuhan memperkenalkan rekan – rekan orang muda katolik yang ada di kota Bandung, yang pada akhirnya membawa saya terlibat dalam berbagai aktivitas pelayanan di gereja Katolik Keuskupan Bandung seperti Sinode Orang Muda Katolik Keuskupan Bandung 2016 dan Asian Youth Day 2017.