Bandung Diocese Youth Day

Latar Belakang

Orang Muda Katolik (OMK) merupakan harapan masa depan Gereja. Jumlah OMK saat ini meliputi 60% populasi warga Katolik Indonesia. Dengan jumlah yang besar ini, OMK diharapkan dapat berperan besar bagi masa depan Gereja dan Bangsa Indonesia. OMK merupakan kekuatan pendorong pada masa kini dan masa depan bagi Gereja dan masyarakat.

Meskipun demikian, data hasil sensus terakhir Keuskupan Bandung menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan orang muda untuk aktif di Gereja baik di tingkat paroki, wilayah, maupun keuskupan masih tergolong rendah. Mayoritas orang muda tidak pernah terlibat aktif dalam kegiatan Gereja. Jumlah penerima sakramen baptis, komuni pertama, dan penguatan pun mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Selain itu, cukup banyak OMK yang berpindah dari ajaran Gereja Katolik. Hal ini mungkin disebabkan karena orang muda kurang mendapat siraman iman dan kurang mendapat sapaan dari sesama OMK.

Salah satu bentuk perhatian Gereja terhadap OMK adalah penyelenggaraan acara berupa perjumpaan bagi OMK itu sendiri. Diharapkan, OMK dapat saling berbagi iman dan saling menguatkan satu sama lain. Melalui perjumpaan ini juga OMK dapat memperoleh inspirasi dan keberanian untuk menjadi pewarta dalam kehidupan sehari-hari.

Perjumpaan bagi OMK di tingkat dunia dilaksanakan dalam bentuk World Youth Day (WYD). Di tingkat regional dilaksanakan Asian Youth Day (AYD). Pada tahun 2012 pun di Indonesia telah diselenggarakan Indonesian Youth Day (IYD). Semangat dari IYD ini ingin kami bawa bagi OMK Keuskupan Bandung, sebagai bagian WYD tingkat Keuskupan Bandung, dalam acara Bandung Diocese Youth Day (BDYD).

BDYD merupakan peluang untuk membuka perspektif OMK agar menjadi lebih luas daripada lingkup paroki dan wilayah. BDYD ini pula diharapkan dapat mempertebal solidaritas, jejaring, dan kesatuan iman Katolik bagi OMK di seluruh Keuskupan Bandung. Adapun tema yang diangkat dalam BDYD 2013 adalah “Katolik Imanku, Garuda di Dadaku”.

 

Sumber : tumblr BDYD 2013