Kuliah 3.5 tahun tapi minim pengalaman? No way lah ya.

Hari – hari ini sedang ramai di linimasa Twitter mengenai nasehat seorang dosen dari salah satu universitas mengenai jangan bangga dengan kelulusan 3.5 tahun jika itu berarti kita lulus dengan CV kosong alias minim pengalaman. Dan saya sependapat dengan dosen tersebut.

Lanjutkan membaca “Kuliah 3.5 tahun tapi minim pengalaman? No way lah ya.”

#2017BestNine

Terimakasih 2017!
Anda sudah menjadi tahun yang luar biasa, inilah tahun paling roller coster dalam 25 tahun perjalanan ziarah saya di bumi.

Terimakasih untuk rasa rindu saya pada Almamater, terimakasih untuk kebersamaan bersama keluarga Wangsanegara dalam suka dan duka yang dijalani di 2017 ini, terimakasih untuk kelancaran 2 NPI iPhone 7 – iPhone 7 Plus & iPhone 8 – iPhone 8 Plus – iPhone X dan yang terpenting untuk setiap kebersamaan yang bisa dijalani di 2017 ini bersama Manusia Sibuk (Kemana kita akan pergi selanjutnya @prambudi.rd , @harris_sj , @grace_dj , @alexandratjasa , @cleoveart ), tictock adventure (Pak @lolievier , @hermawanchenz , Ci Christin, Pak Jimmy, Bu Rani), rekan – rekan E-DNA Center dan teman – teman SMAK 3 BPK Penabur Bandung.

Ter-untuk mereka yang sudah berpulang lebih dahulu ke rumah Tuhan (Pak Budi, Bu Sri Mul, Engkong Freddy), terimakasih untuk pendidikan kalian – untuk kebersamaan kita ; sampai nanti kita berjumpa di rumah Tuhan.
Selamat menyambut 2018, Semoga kebersamaan kita semakin erat, dan
Semoga kita segera memperoleh kebahagiaan yang kita harapkan.

IMG_4644

Farewell dengan teman – teman pengajar SMPK 1 BPK PENABUR Bandung

Ada perjumpaan, ada pula perpisahan.

Pertamakali masuk ke SMPK 1 adalah sekitar tahun 2012 saat membantu kegiatan Outbound MPLS SMPK 1 di Cikole.

Perjumpaan ini selalu di ulang setiap tahunnya mulai dari Outbound 2013 di Cikole, Outbound 2014 di Curug Layung hingga terakhir Outbound 2015 kembali ke Cikole. Perjumpaan ini kadang diselinggi dengan membantu LDK OSIS Efraim di El Shadai (saya lupa tahunnya).

Perjumpaan – perjumpaan inilah yang menghantar saya pada kesempatan untuk bergabung sebagai staff pengajar ekonomi bilingual pada 2015 – 2016.

Sebuah kesempatan, sebuat tantangan karena saya mencoba keluar dari zona nyaman saya di almamater SMAK 3 BPK Penabur Bandung.

Setahun kebelakang adalah pengalaman yang berkesan. Mendidik siswa pada jenjang menengah pertama nyatanya tak semudah di menegah atas seperti yang biasa di jalani.

Membagi dua perhatian antara kewajiban di tempat satu dengan tempat yang lain pun juga menjadi persoalan tersendiri sehingga prinsip win win solution memang benar di uji.

Hingga akhirnya Jumat, 17 Juni kemarin perpisahan itu terjadi. Terimakasih kepada semua pihak di SMPK 1 yang telah memberikan pengalaman yang begitu berharga, kesempatan yang luar biasa untuk melihat bagaimana tim guru yang begitu luar biasa hingga bisa menghasilkan generasi bangsa yang berprestasi setiap tahunnya.

Selamat berpisah, sampai jumpa di lain kesempatan. Sukses selalu menyertai kita semua.